Puisi Tema Ibu
Malapetaka Dalam Corona
Oleh : Meika Arum Widayanti
Semuanya berubah secara perlahan,
Menjadikan hal baru sebagai kebiasaan,
Dari terbit fajar hingga menghilangnya senja,
Manusia berusaha menghalau datangnya.
Berdiam diri menjadi solusi,
Berjarak adalah konsekuensi,
Demi membayar setiap tangis,
Dari malapetaka, corona yang sadis.
Tawa kompak nan keras tak muncul lagi,
Kebersamaan yang erat apa lagi,
Semua hanya saling menyendiri,
Mencari ilmu berperantarakan IT.
Hingga semua pelajar, hanya dirundung rasa sepi.
Corona, kau datang tanpa aba-aba
Hingga banyak manusia menderita,
Namun percayalah, Tuhan itu selalu ada
Dan tak pernah salah memilih rencana.
Tuhan hanya ingin kita rehat,
Dari kesibukan dunia yang sesaat,
Tuhan hanya ingin kita merasa,
Bagaimana nikmatnya duduk bersama keluarga

Komentar
Posting Komentar